4 cara mendapatkan harta yang di larang dalam islam

Harta

Syari’at Islam telah menjadikan masalah mendapatkan harta terkait dengan hukum-hukum yang tidak boleh dilanggar. Oleh karena itu, syari’at Islam melarang individu untuk mendapatkan harta dengan cara-cara tertentu, Berikut 4 Cara mendapatkan Harta yang Dilarang dalam Agama Islam.

Harta adalah suatu aset kekayaan kebendaan yang di butuhkan, di cari, dan di miliki oleh manusia. Harta juga sangat berguna bagi semua orang, karena dengan harta kekayaan manusia dapat memenuhi segala kebutuhan baik yang di inginkan atau yang sedang di butuhkan.

Harta dapat menjadi kebahagiaan dunia dan akhirat apabila digunakan dalam hal yang benar, sebaliknya jika digunakan dalam hal yang salah maka akan menjadi suatu keburukan seperti hal nya pisau terkadang pisau dapat menolong dan terkadang dapat membunuh.


Menurut Ulama Hanafiyah harta adalah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan, dan dapat dimanfaatkan. Dengan pendapat demikian maka harta berarti adalah suatu aset yang dapat di pelihara, di gunakan di perbanyak dan juga bisa sewaktu-waktu berkurang.

Pendapat Jumhur Ulama Fikih selain Hanafiyah,segala sesuatu yang bernilai dan mesti rusaknya dengan menguasainya. Maka berarti harta kekayaan bisa saja di salah gunakan sehingga bisa menjadi mis Harta yang diharamkan.

1. Ihtikar (menimbun disaat orang lain membutuhkan),

Batasan mengambil keuntungan

yaitu tidak memberikan sebagian dari hartanya padahal ada seseorang yang sangat membutuhkan.

2. Penipuan

6e6315f9 0af7 4ef6 a5d5 9976659672f9 169

yaitu menjanjikan iming-iming untuk membawa hasil yang sangat menguntungkan, padahal itu hanya sebagian dari unsur penipuan.

3. Berdagang barang-barang yang diharamkan

Mirasbybayu1

4. Pematokan Harga

Allah SWT telah menjadikan kepada tiap orang agar membeli dengan harga yang disenangi. Ibnu Majjah meriwayatkan dari Abi Sa’id yang mengatakan: Nabi SAW bersabda:

”Sesungguhnya jual beli itu (sah karena) sama-sama suka.”

Namun, ketika negara mematok harga untuk umum, maka Allah telah mengharamkannya untuk membuat patokan harga barang tertentu, yang dipergunakan untuk menekan rakyat agar melakukan transaksi jual beli sesuai dengan harga patokan tersebut. Oleh karena itu, pematokan harga tersebut dilarang.

Yang dimaksud dengan pematokan harga di sini adalah, bahwa seorang penguasa, atau wakilnya, atau siapa saja dari kalangan pejabat pemerintahan, memerintahkan kepada kaum muslimin –yang menjadi pelaku transaksi di pasar.

Suatu putusan agar mereka menjual barang-barang dengan harga ini, dimana mereka dilarang untuk menaikkan harganya dari harga patokan, sehingga mereka tidak bisa menaikkan atau mengurangi harganya dari harga yang dipatok, demi kemaslahatan umum.

Hal itu terjadi, manakala negara ikut terlibat dalam menentukan harga dan membuat harga tertentu untuk semua barang atau beberapa barang, serta melarang tiap individu untuk melakukan transaksi jual beli melebihi atau mengurangi harga yang telah ditentukan oleh negara, sesuai dengan kepentingan khalayak yang dijadikan pijakan oleh negara.

Contributor

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership