Batasan Aurat Seorang Ibu di Depan Anaknya

Batasan aurat seorang ibu

Batasa aurat seorang ibu-Sebelum itu, kita harus tau terlebih dulu bahwah, batasan-batasan aurat yang ada pada wanita itu ada 3.

  1. Seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, ( Sehingga yang terlihat hanya pakaiannya. Sebagian ulama menyebutnya az-Zinah ad-Dzahirah (bagian yang nampak) )
  2. Anggota wudu, (leher ke atas, lengan ke bawah, dan betis ke bawah. Ulama menyebutnya az-Zinah al-Bathinah (aurat dalam)
  3. Antara pusar sampai lutut, (

Bolehkah Sebenarnya Melihat Aurat ibu Sendiri ?

Kita harus tau bahwa, batasan aurat seorang ibu atau aurat wanita terhadap orang lelaki yang menjadi mahramnya, adalah anggota wudu saja. Ini pendapat sebagian syafiiyah, dan pendapat hambali. Al-Khathib as-Syarbini menyebutkan pendapat kedua,

“Ada yang berpendapat, lelaki mahram hanya boleh melihat bagian yang biasa nampak ketika wanita beraktivitas. Karena bagian anggota badan yang lebih dari itu, tidak ada kepentingan mendesak baginya untuk melihatnya. Yang dimaksud bagian yang biasa terlihat ketika beraktivitas adalah wajah, kepala, leher, tangan sampai siku, dan kaki sampai lutut.” (Mughni al-Muhtaj, 3/12)

Batasan Aurat Apa Saja yang Boleh Dilihat Oleh Seorang Anak ?

Aurat wanita di depan lelaki yang menjadi mahramnya, antara pusar sampai lutut. Ini merupakan pendapat Hanafiyah dan sebagian Syafiiyah. Al-Khathib as-Syarbini Ulama Syafiiyah mengatakan,

“Lelaki tidak boleh melihat aurat wanita mahramnya, baik mahram karena nasab, persusuan, atau pernikahan, antara pusar dan lutut boleh melihat ke pusar dan lutut, karena keduanya bukan aurat untuk dilihat mahram.” (Mughni al-Muhtaj, 3/129)

Ibnu Qudamah, menyebutkan bahwa,“Boleh bagi lelaki mahram untuk melihat bagian yang biasa nampak di rumah, seperti leher, kepala, dua telapak tangan, kaki, dan semacamnya. Dan tidak boleh melihat bagian yang umumnya tertutup, seperti dada atau punggung dan semacamnya.” (al-Mughni, 7/454) Sebagaimana Firman Allah:

Artinya, “Janganlah mereka (para wanita) menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra mereka, atau putra suami mereka, atau saudara lelaki mereka.” (QS. an-Nur: 31)

Di awal ayat, Allah mengatakan, Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya.”

Jadi, anak dilarang melihat aurat ibunnya. Ada batasan-batasan aurat seorang ibu yang boleh dilihat, yaitu seperti wajah, kepala, leher, tangan sampai siku, dan kaki sampai lutut. Ketika sedang beraktivitas saja. Allahu a’lam.

Referensi islampost

Contributor

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership