Cara Mendapatkan Harta yang Baik dalam Pandangan Islam

Distribusi harta 780x405

Setiap orang memiliki berbagai macam kesibukan untuk memperoleh sebanyak-banyaknya Harta. Cara mendapatkannya, ada secara benar dan ada jua dengan cara yang salah (harta yang salah), Maka, hati-hatilah jangan sampai salah cara dalam mendapatkanya.

Sebelum itu kita perlu tahu dulu tujuan harta dalam islam dan apa-apa saja yang bisa disebut sebagai kekayaan.

Apa Itu Harta ?

Harta adalah suatu aset kekayaan kebendaan yang di butuhkan, di cari, dan di miliki oleh manusia.

Harta juga sangat berguna bagi semua orang, karena dengan kekayaan manusia dapat memenuhi segala kebutuhan baik yang di inginkan atau yang sedang di butuhkan.

Harta dapat menjadi kebahagiaan dunia dan akhirat, apabila digunakan dalam hal yang benar, sebaliknya jika digunakan dalam hal yang salah, maka akan menjadi suatu keburukan.

Seperti hal nya pisau terkadang pisau dapat menolong dan terkadang dapat membunuh.

Menurut Ulama Hanafiyah Kekayaan adalah segala sesuatu yang dapat diambil, disimpan, dan dapat dimanfaatkan. Dengan pendapat demikian. Maka, kekayaan adalah suatu aset yang dapat di pelihara, di gunakan di perbanyak dan juga bisa sewaktu-waktu berkurang.

Pendapat Jumhur Ulama Fikih selain Hanafiyah, segala sesuatu yang bernilai dan mesti rusaknya dengan menguasainya. Maka, berarti kekayaan bisa saja di salah gunakan sehingga bisa menjadi miskin.

1. pembelanjaan harta (infaqul Mal)

Harta

infaqul Mal adalah pemberian kekayaan yang di miliki. Yaitu memberikan sebagian kekayaan kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Karena, kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan sebagian dari kekayaan kita merupakan milik orang lain yang membutuhkan.

Jadi, kita harus menzakatkan sebagian, kekayaan yang kita miliki kepada orang yang berhak menerimanya.

2. Pengembangan Harta (Tanmiyatul Mal)

Harta

Tanmiyatul Mal adalah kegiatan memperbanyak jumlah kekayaan yang dimiliki. Mengembangkan kekayaan, bisa di lakukan dengan cara berbisnis atau di sahamkan ke berbagai perusahaan, dengan cara yang halal.

Kedudukan kekayaan dalam al-qur’an adalah untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kesenangan.

Sudah di jelaskan dalam al-qur’an dalam QS. Ali Imran ayat 14 :

Di jadikan, indah menurut pandangan manusia kecintaan apa-apa saja yang di ingini, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi allah-lah tempat kembali yang baik (surga)

Islam mewajibkan setiap manusia untuk menjaga kekayaan dan mengelolanya dengan baik, seperti yang telah dijelaskan dalam surah al-Baqarah:188 artinya:

“Harta dilindungi Syari’at dengan sempurna. Oleh karena itu, kepemilikan dan pengonsumsiannya harus dengan cara yang benar, tidak dengan cara yang bathil.”

Jadi, kita tidak boleh sampai menggunakan kekayaan secara berlebihan, diharuskan untuk menggunakan sesuai keperluan, Islam melarang kita menggunakan harta dalam hal keburukan.

Meski demikian, kekayaan bukanlah tujuan kehidupan, ketinggian derajat dan atau keutamaan.

Kekayaan adalah salah satu nikmat, sekaligus ujian dari Allah subhanahu wata’ala bagi pemiliknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surah al-anfaal ayat 28 yang artinya :

Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah lah pahala yang besar.

Dalam masalah kekayaan Rosulullah  bersabda sebagaimana disampaikan oleh Ka’ab bin ‘iyadl sebagai berikut :

Sesungguhnya setiap ummat itu ada fitnah, dan fitnah ummatku adalah harta.

Yang dimaksud “Fitnah” oleh ayat dan hadist diatas adalah kecintaan serta kerakusan manusia dalam memperoleh kekayaan, Menggunakannya sehingga tidak memerhatikan koridor atau tatanan aturan syariat tentang harta.

Semoha bermafaat

Referensi islampost

Contributor

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership