Batasan Melihat Wanita yang Mau Dinikahi, Harus Tau!

melihat wanita pinangan

Batasan melihat wanita yang akan dinikahi, Syari’at Islam telah mengarahkan bagi kita umat Islam untuk menundukkan pandangan.

Menundukan pandangan serta melarang untuk memandang wanita ajnabi (bukan mahram), ini untuk menjaga kesucian jiwa dan harga diri manusia.

Akan tetapi syari’at juga memberikan pengecualian serta membolehkan untuk melihat wanita yang bukan mahramnya pada kondisi darurat dan karena hajah (kebutuhan) yang penting saja.

Apakah boleh melihat wanita pinangan yang akan dinikahi?

Dibolehnya untuk melihat wanita yaitu ketika akan meminang, melihat calon pinangannya.

Oleh karenanya, dengan melihat itulah yang akan menjadi tolak ukur untuk memutuskan perkara yang rawan; karena menyangkut kehidupan masing-masing dari kedua belah pihak.

Dalil-dalil yang membolehkan melihat wanita pinangannya adalah sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah berkata:

“Pada saat saya bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ada seorang laki-laki yang mendatanginya, dia memberi kabar bahwa dirinya telah menikah dengan wanita Anshor, maka Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Apakah kamu sudah melihatnya ?”, Dia menjawab: “tidak”. Beliau bersabda: “Pergi dan lihatlah karena pada mata wanita Anshor terdapat sesuatu”. (HR. Muslim: 1424 dan Daruquthni: 3/253)

Dari Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, jika bisa melihat apa yang menjadikannya tertarik untuk menikahinya, maka lakukanlah”. Jabir berkata: “Maka saya meminang seorang wanita, sedangkan saya secara sembunyi-sembunyi melihatnya, hingga saya melihat apa yang menjadikan saya tertarik untuk menikahinya”. Dan dalam riwayat yang lain: “Maka wanita dari Bani Salamah berkata: “maka saya secara sembunyi-sembunyi dengan perasaan yang hawatir, hingga saya melihat apa yang menjadikan saya tertarik untuk menikahinya , kemudian saya menikahinya”. (Shahih Abu Daud: 1832 dan 1834)

Batasan melihat wanita pinangan

Berkata Syaikh Al-Albani dalam sumber yang lalu hal. 156: “Dari Anas bin Malik رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم  ingin menikahi seorang wanita. Maka beliau pun mengutus seorang wanita untuk melihatnya. Beliau bersabda, ‘Ciumlah aroma mulutnya dan lihatlah kedua Urqub (urat besar di atas tumit)nya. ” (HR. Al-Hakim: 2/166 dan Al-Hakim berkata: “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim.” Dan itu disepakati oleh Adz-Dzahabi dan juga dari Al-Baihaqi (7/87) dan berkata dalam Majma’ Az-Zawaid (4/507): “Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Bazzar dan perawi dalam riwayat Ahmad terpercaya. “

Disebutkan dalam Mughni Al Muhtaj (3/128): “Hikmah dari hadits di atas adalah bahwa wanita yang diutus hendaknya memberikan informasi lebih dengan apa yang dia lihat, maka dari utusan tersebut akan mendapatkan informasi tambahan yang tidak didapat hanya dengan melihatnya”.

Wallahu ta’ala a’lam.

referensi islampos

Contributor

Written by Sasjara Era

Content AuthorYears Of Membership