Inilah Mengapa Dianjurkan Menikah Di Bulan Syawal

Whatsapp image 2020 02 10 at 8.49.23 pm (1)

Menikah adalah ibadah yang agung dan sakral serta istimewa, ibadah yang mulia yang menyatukan dua manusia yang berbeda, bukan saja berbeda jenis kelamin akan tetapi juga berbeda latar belakang, sifat, dan cara berfikir. Kemudian yang membuatnya lebih istimewa lagi karena menikah merupakan ibadah terlama diantara ibadah-ibadah lainnya.

Tak heran, jika prosesi pernikahan dipersiapkan serapi, semegah dan seindah mungkin. Tak lupa pula jepretan kamera juga tak mau ketinggalan untuk ikut mengabadikan moment bahagia ini.

Untuk semakin menambah istimewa lagi, banyak pasangan yang memilih untuk melangsungkan akad pernikahan pada waktu yang istimewa pula, yakni di bulan syawal.  Karena yang mereka tahu bahwa bulan syawal dalam islam adalah bulan dimana dianjurkan untuk menikah didalamnya, lantas apa alasannya?

Rasulullah Menikahi Aisyah Di Bulan Syawal

Dalam suatu hadist Aisyah radhiyallahu’anha bercerita:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ

Rasulullah menikahiku pada bulan syawal, dan menggauliku juga pada bulan syawal (HR Muslim)

Rasulullah menikahi aisyah

Imam Nawawi juga melanjutkan dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim mengatakan:

فيه استحباب التزويج والتزوج والدخول في شوال

Dan di dalam hadist ini terdapat anjuran untuk menikah, menikahkan dan juga dianjurkan pula untuk menggauli sang istri dibulan yang sama.

Menepis Keyakinan Jahiliyah

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarh shahih muslim menerangkan

وَقَصَدَتْ عَائِشَةُ بِهَذَا الْكَلَامِ رَدَّ مَا كَانَتِ الْجَاهِلِيَّةُ عَلَيْهِ وَمَا يَتَخَيَّلُهُ بَعْضُ الْعَوَامِّ الْيَوْمَ مِنْ كَرَاهَةِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ وَالدُّخُولِ فِي شَوَّالٍ وَهَذَا بَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ وَهُوَ مِنْ آثَارِ الْجَاهِلِيَّةِ

Sayyidah Aisyah mengatakan itu untuk menepis keyakinan yang berkembang di masyarakat jahiliyah dan sikap mengada-ada di kalangan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal.

Di masa jahiliyyah dahulu, masyarakat Arab meyakini adanya suatu masa yang bila melakukan pernikahan atau membangun rumah tangga dibulan tersebut maka tidak akan beruntung alias sial, yaitu bulan Syawal.

Anggapan ini mereka sandarkan kepada keadaan unta betina yang mengangkat ekornya (sya-lat bi dzanabiha) sebagai tanda penolakan terhadap unta jantan yang mendekatinya atau ingin mengawininya. Karena itulah para wanita dikala itu mereka menolak untuk dinikahi atau para wali wanita menolak untuk menikahkan anak wanitanya di bulan syawal. Kemudian datanglah islam menepis anggapan sial tersebut karena dalam islam semua bulan adalah bulan Allah, tidak ada kesialan yang meliputi bulan tertentu.

Pada asalnya menikah dibulan apa saja tidak masalah, yang bermasalah adalah ketika bulan demi bulan berganti dan anda belum menikah.