Inilah 3 Musuh Terbesar Manusia ( Bagian 1)

Images (15)

Musuh adalah orang yang akan selalu berusaha untuk menjatuhkan kita. Selalu berusaha menghilangkan segala macam kebaikan yang mengelilingi kita. Musuh anda tidak akan pernah puas kecuali dia benar-benar sudah menenggelamkan anda dan lenyap dari pndangan matanya.

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul al-Qulub menerangkan bahwa ada 3 musuh paling berbahaya bagi manusia:

أعداء الإنسان ثلاثة: دنياه وشيطانه ونفسه. فاحترس من الدنيا بالزهد فيها ومن الشيطان بمخلفته ومن النفس بترك الشهوات

“Musuh-musuh manusia ada tiga: dunia, setan dan nafsunya sendiri. Maka bentengilah (dirinya) dari dunia dengan zuhud di dalam dunia, dari setan dengan menyelisihinya, dari nafsu dengan meninggalkan syahawat.

Pertama : Dunia

Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mukmin

Pada dasarnya dunia bukanlah sesuatu yang harus dijauhi, namun ketika dunia melalaikan kita dari hari akhirat maka dia harus dijauhi. Harta juga demikian, ia bukanlah sesuatu yang harus di jauhi, namun ketika harta melalaikan diri dari mengingat Allah, maka dia harus dijauhi.

Dunia memang terlihat elok nan indah di pandangan manusia, namun dunia bukanlah tempat peristirahatan tapi dunia adalah tempat ujian. Dunia adalah musuh bagi hamba-hamba Allah yang bertaqwa, sementara dunia adalah teman bagi mereka yang tak merindukan syurga.

Rasulullah sallalahu alaihi wasalam pernah berkata:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)

Rasulullah menggmabrkan dunia seperti sebuah penjara, karena memang selama didunia kita terlarang dan terpenjara dari semua hal-hal yang diinginkan oleh nafsu syahwat.

Dunia Itu Terlaknat

Kaum muslimin, mari bersama kita renungkan hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

“Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i.” (HR. Tirmidzi)

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata dalam kitabnya Jaami’ul ‘Ulumi wal Hikam:

فَالدُّنْيَا وَكُلُّ مَا فِيهَا مَلْعُونَةٌ أَيْ مَبْعَدَةٌ عَنِ اللَّهِ لِأَنَّهَا تَشْغَلُ عَنْهُ إِلَّا الْعِلْمَ النَّافِعَ الدَّالَّ عَلَى اللَّهِ وَعَلَى مَعْرِفَتِهِ وَطَلَبِ قُرْبِهِ وَرِضَاهُ وَذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ مِمَّا يُقَرِّبُ مِنَ اللَّهِ

“Dunia dan semua isinya terlaknat, yaitu menjauhkan dari Allah, karena memalingkan hamba dari-Nya, kecuali ilmu yang bermanfaat, yang mengajarkan tentang Allah, pengenalan terhadap-Nya, mengejar kedekatan dan keridhoaan-Nya, demikian pula dzikir kepada Allah dan apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.”