Hakikat Kesabaran

sabar

Kata sabar adalah kata yang sudah tidak asing di telinga setiap orang, biasanya kata “sabar” di tujukan kepada seseorang yang tertimpa musibah. Sebenarnya apa hakikat dari kata sabar?

Sabar secara bahasa bermakna “menahan”. Lalu apa makna sabar menurut istilah?

Syaikh Utsaimin mendefiniskan sabar sebagai berikut:

حبس النفس على أمور ثلاثة: الأول: على طاعة الله.الثاني: عن محارم الله. الثالث: على أقدار الله المؤل

Sabar adalah menahan diri terhadap 3 Perkara: pertama: sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua: sabar terhadap larangan-larangan Allah. Ketiga: sabar terhadap ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala.

1. Sabar Dalam Ketaatan Kepada Allah

Sabar dalam ketaatan kepada Allah bukanlah sesuatu yang enteng, karena terkadang kelelahan dan kemalasan serta kebosanan sering menghampiri setiap orang. Ketika keadaan itu datang, maka tubuh akan terasa berat untuk bangun dan melakukan ibadah-ibadah kepada Allah.

Dan terkadang pula keadaan ekonomi yang sempit memaksa seseorang untuk menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk mencari pundi-pundi harta. Sehingga ia tidak banyak memiliki waktu untuk melakukan ketaatan kepada Allah.

Oleh karena demikian, ketataan kepada Allah membutuhkan kesabaran, sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Al-Imran: 200)

2. Sabar Terhadap Larangan-Larangan Allah

Sabar terhadap larangan-larangan Allah bukan juga sesuatu yang mudah, karena jiwa yang didalamnya terdapat nafsu yang akan selalu menginginkan keburukan. Oleh karena itu menjaganya bukanlah pekerjaan yang mudah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (Surat Yusuf: 53)

Terbukti banyak orang yang jatuh dalam hal-hal yang haram, zina, riba, pembunuhan. kekerasan. Semua itu karena nafsunya selalu mengarahkannya kepada keburukan dan kelalaian. Maka menjaga diri dan bersabar terhadap larangan Allah bukanlah sesuatu yang mudah.

3. Sabar terhadap ketetapan Allah

Ketika takdir Allah sesuai dengan keinginan hambaNya maka ia akan bahagia. Namun ketika takdir tak berpadu dengan keinginan hambaNya, maka dia akan mengeluh dan tak jarang diantara mereka yang tak mampu bersabar dan mengakhiri hidupnya.

Banyak orang yang di uji kemiskinan, dan berapa banyak mereka yang tidak sabar. Berapa banyak yang di uji dengan sakit, dan berapa banyak yang mampu bersabar. Ini adalah gambaran kecil bahwa bersabar dengan ketetapan Allah bukanlah hal yang mudah.

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ

“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.”

وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ

“Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.” ( Surat Al-Fajr : 15-16)

Ayat di atas menunjukan bahwa bersabar dengan ketetapan Allah bukanlah hal yang mudah, padahal kesenangan yang Allah berikan jauh lebih banyak dari pada musibah yang menimpanya. Namun meski demikian, tetap juga bersabar darinya bukanlah hal yang mudah.